5 Penyakit Akibat Stres Berlebihan yang Menyerang Gigi dan Mulut

Banyak yang sudah menyadari bahwa stres berdampak buruk bagi kesehatan. Namun hanya segelintir orang yang mengetahui jika penyakit akibat stres berlebihan juga bisa menyerang gigi dan mulut. Jadi bagi Anda yang sering merasa stres waspadalah terhadap beberapa gangguan kesehatan gigi dan mulut akibat stres di bawah ini.

  1. Mulut Kering

Ternyata stres juga mampu mempengaruhi jumlah air liur dan kadar VSC di dalam mulut. VSC sendiri merupakan komponen gas yang bisa menyebabkan bau mulut. Selain itu level hormon kortisol dalam air ludah juga ikut meningkat akibat stres seiring dengan perubahan komposisi dari air ludah itu sendiri.

Meningkatnya hormon kortisol berpengaruh terhadap menurunnya produksi air ludah. Kondisi ini menyebabkan mulut terasa kering dan memungkinkan terjadinya gangguan pengecapan. Bahkan obat-obatan yang digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan atau depresi juga bisa menyebabkan mulut kering.

  1. Sariawan

Meski bukan termasuk ke dalam kondisi yang berbahaya, namun sariawan juga bisa merupakan salah satu tanda jika tubuh sedang dilanda stres. Sariawan memang bisa dipicu karena beberapa faktor. Masalah kesehatan yang satu ini umumnya juga akan hilang dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu.

Menurut sebuah penelitian wanita cenderung lebih banyak mengalami sariawan daripada pria. Hal ini disebabkan karena kondisi emosional wanita yang menyebabkan level stres berdampak pada sistem imun tubuh. Selain itu perubahan hormonal lainnya seperti menstruasi atau kehamilan juga dapat mempengaruhi level stres pada wanita.

  1. Penyakit Gusi

Stres yang terjadi dalam jangka waktu panjang bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut yang disebabkan karena stres berlebihan adalah penyakit gusi atau penyakit periodontal. Pembengkakan gusi, penurunan gusi dan makanan yang sering tersangkut di dalam gigi bisa menjadi pertanda adanya penyakit gusi.

Menurut sebuah penelitian stres dalam dunia kerja dapat mempengaruhi timbulnya penyakit gusi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah pegawai yang mengalami penyakit gusi. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi penyakit ini antara lain seperti orang yang sudah lanjut usia  memiliki status ekonomi rendah dan kurang menyukai pekerjaan.

  1. Bau Mulut

Tanpa disadari ternyata stres dan kecemasan juga berhubungan dengan bau mulut. Kondisi ini disebabkan karena cemas mampu meningkatkan kadar VCS penyebab bau mulut. Hal ini juga bisa diperparah dengan adanya penurunan jumlah air liur yang menyebabkan bau mulut menjadi lebih parah dan tidak terhindarkan.

Tak hanya itu saja, saat stres melanda asam lambung juga akan membentuk dan menciptakan acid reflux. Gas pada asam lambung tersebut akan keluar melalui mulut dan menyebabkan bau mulut.

  1. Gangguan Rahang Sendi

Gangguan rahang yang sering kambuh juga banyak dihubungkan dengan gangguan mulut akibat stres. Gejala dari TMD sendiri meliputi terdengar bunyi klik di rahang, kesulitan dalam membuka mulut, sakit di sendi rahang dan lain sebagainya.

Pada umumnya pasien yang memiliki gangguan radang sendi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Selain itu mereka juga mengalami peningkatan gangguan otot pengunyahan yang mengakibatkan terjadinya TMD. Jadi ada baiknya mulai kelola stres Anda agar terhindar dari masalah gangguan rahang sendi.

Nah di atas merupakan beberapa penyakit akibat stres berlebihan yang bisa menyerang gigi dan mulut. Beberapa gangguan gigi dan mulut di atas menandakan jika stres tidak hanya mempengaruhi suasana hati dan pikiran saja, namun juga mempengaruhi kesehatan fisik termasuk kesehatan gigi dan mulut.