Hal Ini Wajib Tercantum dalam Surat Perjanjian Utang

Semua orang pasti pernah berurusan dengan utang piutang, baik sebagai peminjam atau pemberi pinjaman. Ketika jumlah pinjaman kecil, surat perjanjian bukanlah hal yang wajib. Namun ketika jumlahnya besar, seperti mengajukan pinjaman ke perusahaan pembiayaan mobil terbaik di Indonesia untuk membeli mobil, surat perjanjian utang piutang menjadi hal wajib untuk melindungi debitur dan kreditor.

Bagaimana jika pinjaman dilakukan secara perorangan tetapi melibatkan dana dan jaminan berupa aset bernilai tinggi? Sama halnya dengan pinjaman ke lembaga pembiayaan, utang piutang ini tetap harus dilindungi surat perjanjian yang dibuat sendiri dan berisi kesepakatan kedua belah pihak. Berikut ini adalah berbagai hal yang harus atau sebaiknya ada di dalam surat perjanjian utang piutang:

  1. Data diri debitur dan kreditor

Komponen paling wajib yang harus dicantumkan dalam surat perjanjian utang adalah data diri debitur dan kreditor. Data diri tersebut meliputi nama, alamat, nomor KTP, dan pekerjaan pihak debitur serta kreditor.

  1. Tujuan dan jumlah pinjaman utang

Selain itu, di dalam surat perjanjian utang juga wajib dituliskan berapa jumlah pinjaman utang yang diambil oleh pihak debitur. Dan tidak kalah penting tujuan dari pinjaman utang juga harus dituliskan di dalamnya.

Meski tujuan pinjaman utang ini boleh dimasukkan dan tidak (tergantung pada kesepakatan bersama), namun agar kedua belah pihak mendapatkan informasi yang adil dan jelas maka sebaiknya tetap dituliskan dalam surat perjanjian utang.

  1. Jangka waktu dan mekanisme pengembalian utang

Informasi terkait jangka waktu dan mekanisme pengembalian utang wajib dicantumkan ke dalam surat perjanjian utang yang berdasarkan pada kesepakatan bersama. Artinya, baik pihak debitur maupun kreditor sama-sama menyetujui cara pengembalian utang tersebut.

Jika pembayaran dilakukan secara cicilan, maka di dalamnya harus dituliskan kapan waktu pembayaran dilakukan, berapa jumlah cicilannya, dan sebagainya. Selain itu, jangan lupa menuliskan batas waktu pengembalian utang seperti tanggal, bulan, dan tahun yang jelas.

  1. Jaminan pinjaman utang

Ketika berutang, jaminan pinjaman pastinya memegang peranan yang sangat penting  karena pada dasarnya seluruh kegiatan transaksi yang berkaitan dengan pinjaman tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan pada kepercayaan saja. Untuk itulah, harus ada yang namanya jaminan pinjaman.

Jaminan tersebut biasanya berupa aset berharga peminjam, surat kendaraan (BPKB), surat tanah, dan sebagainya. Tentu saja, fungsi dari jaminan ini adalah sebagai barang penjamin yang nantinya diserahkan pada pihak kreditur jika ada risiko gagal bayar utang.

  1. Kompensasi pinjaman utang

Jika saat berutang menimbulkan kompensasi yang harus diterima oleh pihak kreditor, maka kompensasi tersebut wajib dituliskan di dalam surat perjanjian. Kompensasi utang umumnya berbentuk bunga yang dibebankan berdasarkan pada jangka waktu pengembalian utang.

  1. Penyelesaian masalah ketika berutang

Mekanisme penyelesaian masalah juga penting dituliskan di dalam surat surat perjanjian guna meminimalisir risiko perbedaan penafsiran yang terjadi antara kedua belah pihak. Tujuannya, supaya masalah tersebut dapat diselesaikan secara cepat dan adil tanpa merugikan pihak manapun.

Itu dia beberapa hal penting yang sebaiknya dicantukan ke dalam surat perjanjian utang agar nantinya tidak menimbulkan masalah apapun.